..

Bidan Praktek Mandiri Laila

Alamat : Dsn. Timurejo Ds.Gitik Rogojampi - Banyuwangi | Tlp. 0333-630353 Hp.085059438555 | E-mail : lailabidan@gmail.com

Bidan Praktek Mandiri Laila

Bidan Praktik Mandiri "Laila" Dsn. Timurejo Ds. Gitik Rogojampi-Banyuwangi | Telp. 0333-630353, Hp. 085859438555

BPM LAILA

Bidan Delima Pelayanan Berkualitas

Layanan SPA Bayi

Pijat dan SPA Bayi Merangsang Motorik dan Memperlancar Peredaran Darah Bayi

Thursday, March 23, 2023

STIMULASI DETEKSI INTERVENSI DINI TUMBUH KEMBANG-BALITA By TPMB “LAILA”

 

    Masa depan suatu bangsa tergantung pada keberhasilan anak dalam mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Tahun-tahun pertama kehidupan, terutama periode sejak janin dalam kandungan sampai anak berusia 2 tahun merupakan periode yang sangat penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Periode ini merupakan kesempatan emas sekaligus masa-masa yang rentan terhadap pengaruh negatif. Nutrisi yang baik dan cukup, status kesehatan yang baik, pengasuhan yang benar, dan stimulasi yang tepat pada periode ini akan membantu anak untuk tumbuh sehat dan mampu mencapai kemampuan optimalnya yang dalam hal ini dapat difasilitasi di TPMP LAILA.

APA ITU SDIDTK ?

    Stimulasi adalah kegiatan merangsang kemampuan dasar anak umur 0-6 tahun agar anak tumbuh dan berkembang secara optimal. Setiap anak perlu mendapat stimulasi rutin sedini mungkin dan terus menerus pada setiap kesempatan. Stimulasi tumbuh kembang anak dilakukan oleh ibu dan ayah - yang merupakan orang terdekat dengan anak, pengganti ibu/pengasuh anak, anggota keluarga lain dan kelompok masyarakat di lingkungan rumah tangga masing-masing dan dalam kehidupan sehari-hari. Kurangnya stimulasi dapat menyebabkan penyimpangan tumbuh kembang anak bahkan gangguan yang menetap.

DETEKSI MASALAH PERTUMBUHAN

Perawakan Pendek Short stature atau Perawakan Pendek merupakan suatu terminologi mengenai tinggi badan yang berada di bawah persentil 3 atau -2 SD pada kurva pertumbuhan yang berlaku pada populasi tersebut. Penyebabnya dapat karena varisasi normal,gangguan gizi, kelainan kromosom, penyakit sistemik atau karena kelainan endokrin.

DETEKSI MASALAH PERKEMBANGAN

Dengan SDIDTK dapat mendeteksi masalah perkembangan antara lain :

1). Gangguan bicara dan bahasa.
Kemampuan berbahasa merupakan indikator seluruh perkembangan anak. Karena kemampuan berbahasa sensitif terhadap keter1ambatan atau kerusakan pada sistem lainnya, sebab melibatkan kemampuan kognitif, motor, psikologis, emosi dan lingkungan sekitar anak. Kurangnya stimulasi akan dapat menyebabkan gangguan bicara dan berbahasa bahkan gangguan ini dapat menetap.

2). Cerebral palsy.
Merupakan suatu kelainan gerakan dan postur tubuh yang tidak progresif, yang disebabkan oleh karena suatu kerusakan/gangguan pada sel-sel motorik pada susunan saraf pusat yang sedang tumbuh/belum selesai pertumbuhannya. 

3). Sindrom Down.
Anak dengan Sindrom Down adalah individu yang dapat dikenal dari fenotipnya dan mempunyai kecerdasan yang terbatas, yang terjadi akibat adanya jumlah kromosom 21 yang berlebih. Perkembangannya lebih lambat dari anak yang normal.Beberapa faktor seperti kelainan jantung kongenital, hipotonia yang berat, masalah biologis atau lingkungan lainnya dapat menyebabkan keter1ambatan perkembangan motorik dan keterampilan untuk menolong diri sendiri.

4). Gangguan Autisme. Merupakan gangguan perkembangan pervasif pada anak yang gejalanya muncul sebelum anak berumur 3 tahun. Pervasif berarti meliputi seluruh aspek perkembangan sehingga gangguan tersebut sangat luas dan berat, yang mempengaruhi anak secara mendalam. Gangguan perkembangan yang ditemukan pada autisme mencakup bidang interaksi sosial, komunikasi dan perilaku.

5). Retardasi Mental.
Merupakan suatu kondisi yang ditandal oleh intelegensia yang rendah (IQ < 70) yang menyebabkan ketidakmampuan individu untuk belajar dan beradaptasi terhadap tuntutan masyarakat atas kemampuan yang dianggap normal. 7). Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas (GPPH) Merupakan gangguan dimana anak mengalami kesulitan untuk memusatkan perhatian yang seringkali disertai dengan hiperaktivitas. 

Masalah-masalah tersebut diatas dapat dilakukan intervensi sebagai berikut :

  1. Stimulasi dilakukan dengan dilandasi rasa cinta dan kasih sayang. 
  2. Selalu tunjukkan sikap dan perilaku yang baik karena anak akan meniru tingkah laku orang-orang yang terdekat dengannya. 
  3. Berikan stimulasi sesuai dengan kelompok umur anak. 
  4. Lakukan stimulasi dengan cara mengajak anak bermain, bemyanyi, bervariasi, menyenangkan, tanpa paksaan dan tidak ada hukuman. 
  5. Lakukan stimulasi secara bertahap dan berkelanjutan sesuai umur anak, terhadap ke 4 aspek kemampuan dasar anak.
  6. Gunakan alat bantu/permainan yang sederhana, aman dan ada di sekitar anak. 
  7. Berikan kesempatan yang sama pada anak laki-laki dan perempuan.
  8. Anak selalu diberi pujian, bila perlu diberi hadiah atas keberhasilannya.

Makin cepat di deteksi makin cepat di tangani dan makin baik hasilnya
Mari SDIDTK di TPMB Laila........................................................

Share:

Wednesday, October 24, 2018

DETEKSI DINI KANKER LEHER RAHIM MELALUI PEMERIKSAAN IVA-TES



DETEKSI DINI KANKER LEHER RAHIM
MELALUI PEMERIKSAAN IVA-TES

     IVA merupakan salah satu metode untuk melakukan deteksi dini adanya kanker leher rahim.  Skrining  dengan  IVA  ini  dinyatakan  lebih  mudah,  lebih  sederhana,  dan  lebih  murah dibandingkan  dengan  tes pap  smear.
     Karena  itu,  pemeriksaan  IVA  ini  memberikan  harapan besar  untuk  terlindung  dari  ganasnya  efek  kanker  leher  rahim,  jenis  kanker  yang  paling banyak  ditemukan  pada  perempuan  Indonesia  yang  berusia  25  tahun  ke  atas. 
     Masalah  yang menghadang dalam penanggulangan kanker leher rahim di Indonesia adalah masih rendahnya angka cakupan tes deteksi dini atau skrining kanker ini.
     Skrining adalah salah satu cara untuk menemukan  lesi  pre  kanker  dan  kanker  pada  stadium  dini.  Faktanya,  angka  skrining  kanker leher  rahim  di  Indonesia  hanya  berkisar  kurang  dari  (5%)  (idealnya  sekitar  80%).    Karena rendahnya  angka  skrining  itulahmaka  pantas  saja  (70%)  pasien  kanker  leher  rahim, indonesia terdiagnosis pada stadium lanjut. Kondisi ini membuat rendahnya angka kesakitan dan tingginya angka kematian pada pasien kanker leher rahim.
     Di  Indonesia,  kasus  kanker  leher  rahim  menempati  urutan  pertama  dengan  jumlah kasus  14.368  orang.  Dari  jumlah  itu,  7.297  di  antaranya,  meninggal  dunia,  dan  prevalensi setiap  tahunnya  10.823  orang.  Informasi  tersebut  memberikan  arti bahwa  dari  jumlah  kasus yang  ada,  (50,78%)  mengalami  kematian.  Sementara  jika  mengacu  pada  prevalensi  setiap
tahunnya yang mencapai 10.823 kasus, berarti setiap tahun-nya terjadi kematian 5.495 orang. Kasus  kanker  leher  rahim  di  Indonesia,  diperburuk  lagi  dengan  banyaknya  (>70%)  kasus  yang  sudah  berada  pada  stadium  lanjut  ketika  datang  ke  Rumah  Sakit. Kondisi  ini terjadi  juga  di  beberapa  negara  berkembang,  atau  di  negaramiskin.  Agar  tercapai  hasil
pengobatan  kanker  leher  rahim  yang  lebih  baik,  salah  satu  faktor  utama  adalah  penemuan stadium  lebih  awal.  Pengobatan  kanker  leher  rahim  pada  stadium  lebih  dini,  akan  lebih berhasil, sehingga mortalitas akan menurun.
     Pemikiran  perlunya  metode  skrining  alternatif  dilandasi  oleh  fakta,  bahwa  temuan sensitivitas  dan  spesifisitas  Tes  Pap  bervariasi  dari  50-98%.  Selain  itu  juga  kenyataannya skrining  massal  dengan  Tes  Pap  belum  mampu  dilaksanakan  antara  lain  karena  keterbatasan ahli  patologi/sitologi  dan  teknisi  sitologi.  Data  dari  sekretariat  IAPI  (Ikatan  Ahli  Patologi Indonesia)  menunjukkan  bahwa  jumlah  ahli  patologi  178  orang  pada  tahun  2001  yang tersebar  baru  di  13  provinsi  di  Indonesia dan  jumlah  skriner  yang  masih  kurang  dari  100 orangpada  tahun  2001.  Sementara  itu  Indonesia  mempunyai  sejumlah  bidan;  jumlah bidan  di  desa  55.000  dan  bidan  praktek  swasta  (BPS)  kurang  sebanyak  16.000(1997) . Bidan adalah tenaga kesehatan yang dekat dengan masalah kesehatan wanita, yang potensinya
     perlu dioptimalkan, khususnya untuk program skrining kanker leher rahim. Juga adanya fakta bahwa  di  antara  petugas  kesehatan  termasuk  bidan,  kemampuan  dan  kewas-padaan  terhadap kanker leher rahim masih perlu diberdayakan.


 
Share:

Monday, October 3, 2016

Pengembangan Sistem Pencatatan Pelaporan BPM “LAILA” berbasis Web Aplikasi (Aplikasi Laila)


 Tampilan Awal Aplikasi Laila

     Akhirnya BPM Laila bisa mengembangkan Aplikasi pencatatan menjadi Aplikasi Laila berbasis web Aplikasi, dimana banyak kelebihan yang dimiliki dari pada Aplikasi Pencatatan yg terdahulu, diantaranya dengan sistem web based  client server BPM laila mempunyai central data ( Data Center ) yang aman serta fleksibel, data bisa di unduh ( Download ) kapan pun waktu dibutuhkan.

     Sisitem Pelaporan BPM juga sangat terbantukan dengan Aplikasi laila, dimana loket ( user ) bisa input data / laporan secara bersamaan di beberapa komputer ( Client ) sehingga akan lebih cepat dan tepat.

     Aplikasi Laila juga terdapat fitur baru yakni grafik kunjungan pasien per periode / bulan, juga SMS CENTER yang akan sangan membantu untuk memberikan informasi / jadwal kesehatan kepada semua pasien BPM.

     Dari sinilah Aplikasi Laila yang baru bisa berfungsi lebih maksimal dari pada Aplikasi pendahulunya.

     Demikian sedikit tulisan saya semoga dapat menginspirasi teman-teman dan orang lain bahwa kegiatan pencatatan dan pelaoran dalam praktik ASKEB itu perlu, Wajib dan mudah serta ringan.

Oleh      : Bidan Nur Laila Hayati, Amd. Keb. MPH
Alamat : Dsn. Timurejo Ds. Gitik Kec. Rogojampi Kab. Banyuwangi
E-mail  : laila_bwi@yahoo.com


Beberapa Screenshot Aplikasi Laila 

Modul Rekam Medis Aplikasi Laila


Contoh Data Kunjungan Ibu Hamil


Modul Obat dan Keuangan Aplikasi Laila


Modul Kohort Aplikasi Laila 


Contoh Laporan Imunisasi


From Pengisian S O A P



Grafik Kunjungan Pasien

Sms Center






Share:

Saturday, May 28, 2016

Bubur "BUNAYYA" di BPM Laila


    Kebutuhan gizi sang buah hati perlu menjadi perhatian penting bagi orang tua.karena ASI yang komponen gizinya tidak seimbang antara karbohidrat, Prot Vit dan Mineral, oleh karena itu Bayi yang baru berumur 6Bulan seyogyanya dapat ASI dan juga MP (Makanan Pendamping) ASI / MP-ASI. Hasil penelitian membuktikan sering ditemukan anak-anak / balita yang dua kali ditimbang setiap bulanya memiliki berat badan yang tetap (tidak ada kenaikan berat badan).

    BPM Laila menghadirkan bubur bunayya dengan sistem waralaba hasilnya sangat luar biasa. contoh case yang ada adalah balita berumur 6 bulan selain diberi asupan ASI namun juga diberi bubur bunayya 3 porsi dalam sehari berat badan balita naik 2 ons dalam setiap minggunya, ini adalah hasil yang sangat luar biasa. karena bunayya terbuat dari beras organik dengan bahan pilihaan, tanpa MSG dan tanpa bahan pengawet. 

Gambar bahan-bahan bubur BUNAYA

    Selain itu disisi lain para Ayah sangatlah berperan dalam proses pembelian dan juga Tanggung jawab bersama tentang kebutuhan  gizi dalam makanan buah hatinya  dengan membeli bubur bunaya. Seperti gambar dibawah :



    Dan dengan berjuaalan bubur bunaya juga dapat membantu managemen bpm laila, yang dipergunakan untuk pemeliharaan barang ruangan, alat alat dan bahkan bisa nabung juga lho.....




jadi buruan dan jangan sampai kehabisan ya!
Share:

Thursday, May 28, 2015

Video Profil BPM Laila


BPM Laila terletak diDsn. Temu rejo Ds. Gitik Kec. Rogojampi Kab. Banyuwangi, Bpm Laila mempunyai berbagai fasilitas pelayanan kesehatan, diantarannya : Pemerikasaan Ibu Hamil, Imunisasi, Konsultasi Gizi, Pijat dan Spa Bayi, Pijat Spa dan Nifas, Kelas Ibu Hamil, Senam Ibu Hamil serta masih banyak pelayanan kesehatan yang berkwalitas di BPM Laila. BPM Laila juga sedah menerapkan pelayanan pasien berbasis IT (Information and Technology) serta SMS Gateway untuk menunjang kualitas pelayanan serta kenyamanan pasien, di BPM Laila juga dilengkapi dengan fasilatas pendukung yang sangat lengkap dan semua itu terangkum dalam Video Profil BPM laila. Selamat Menyaksikan
Share:

Tuesday, December 16, 2014

Peran Teknologi Komputer Dalam Kesehatan


Teknologi informasi saat ini semakin berkembang pesat di dunia, berbagai bidang telah dipadukan dengan teknologi  informasi, salah satu contohnya dibidang kesehatan, kini berbagai informasi kesahatan bisa diakses dimana saja melalui internet. kini berbagai aplikasi telah dihubungkan dengan kebutuhan yang ada dalam bidang kesehatan tersebut.

Di banyuwangi, BPM (Bidan Praktek Mandiri) Laila telah menggunakan sebuah sistem informasi yang berfungsi untuk pendataan pasien melalui aplikasi di meja pendaftan pasien yang sudah dilengkapi dengan PC (Personal Komputer), untuk screenshotnya bisa dilihat dihalaman artikel blog ini.

Informasi kesehatan merupakan informasi yang banyak dicari oleh masyarakat, BPM Laila mempunyai beberapa fasilitas yang bisa dimanfaatkan sebagai media informasi kesehatan diataranya  meja pendaftaran pasien dengan menggunakan PC dan ruang tunggu pasien yang sudah dilengkapi dengan televisi.
 Informasi kesehatan yang ada di PC kini telah bisa dilihat diruang tunggu pasien melalui media televisi, oleh karena itu fungsi televisi yang berada diruang tunggu pasien akan bertambah oleh adanya informasi kesehatan , dengan begitu BPM Laila akan lebih mudah untuk menyampaikan dan memberikan informasi kesehatan kepada para keluarga serta pasien yang berada di BPM Laila.


Share:

Sunday, November 30, 2014

Souvenir Berbasis IT


Dapatkan souvenir berbasis IT untuk bayi tercinta hanya di "BPM Laila", sebagai apresiasi bagi orang tua yang melahirkan dengan sehat dan selamat yang dipandu di "BPM Laila" akan mendapatkan souvenir foto bayi dan resume kelahiran.

Tujuan khusus nya antara lain :
1. Menstimulasi masyarakat untuk bersalin difasilitas kesehatan.
2. Penghargaan bagi orang tua atas segala usaha dimasa emas kehidupan bayi nya.
3. Media komunikasi antara masyarakat dan bidan penolong.
Share:

Wednesday, October 15, 2014

Pencitraan Bidan Laila


VIDEO ACARA ULANG TAHUN KE 12 BIDAN PRAKTEK MANDIRI " LAILA " DISIARKAN LANGSUNG DI TELEVISI OLEH " jtv " PADA TANGGAL 28 SEPTEMBER 2014, BAGI YANG KETINGGALAN SILAHKAN LANGSUNG MELIHAT VIDEO DISAMPING, SEMOGA BERMANFAAT.
Share:

Tuesday, September 9, 2014

Hadirilah Hari Ulang BPM Laila yang ke-12


BIDAN PRAKTEK MANDIRI "LAILA"

Dalam Rangka Ulang Tahun ke 12, BIDAN PRAKTEK MANDIRI "LAILA" Mengadakan Acara Sebagai Berikut :
  1. Bakti Sosial Pemasangan IUD Dan IMPLANT GRATIS
  2. Lomba Bayi Merangkak, Dengan Ketentuan Usia 6 - 12 Bln dan Bayi Merangkak Tampa Bantuan
  3. Lomba Ibu Hamil Sehat Bahagia, dengan Ketentuan Usia Kehamilan 3 - 8 Bln dan Membawa Buku KIA
Acara Hari Minggu 28 September 2014
Pukul : 08.00 - 12.00
Tempat : Bidan Laila Dsn. Timurejo Ds. Gitik Kec. Rogojampi
Pendaftaran Tanggal :
25 Agustus - 20 September 2014
Contact Person : 
Vila : 087806667500
Saroh : 081234108124
Nita : 082333060793

PENDAFTARAN GRATIS DAN DAPATKAN HADIAH - HADIAH YANG SANGAT MENARIK
Share:

ARTIKEL "Sistem Pencatatan Pelaporan BPM “LAILA” berbasis IT (Information technology)"


      Awalya saya beranggapan menulis itu susah, capek, namun setelah saya menerapkan Sistem pencatatan dan pelaporan Asuhan Kebidanan berbasis Information technology, atau teknologi informasi tidaklah sulit 1 kali klik data pasien yang kita perlukan muncul, 1 kali entry data semua laporan bisa terisi Namun hal ini terkadang dipandang sebelah mata oleh orang lain.
     Atas dorongan dari teman-teman untuk memberikan inspirasi bagi teman-teman serta berdasar dari tulisan “ Mulailah menulis tentang dirimu dan sekitarmu. Jika tidak Orang Lainlah yang akan menuliskannya (sesuai Versi mereka sendiri) MR. Muhammad Roem. Sya beranikan diri untuk menulis artikel ini.
     Tepatnya Bulan Februari tahun 2013 saya kedatangan bidan koordinator kabupaten Banyuwangi Bidan Yulianingsih.SST kala itu banyak sekali masukan dari beliau khususnya penerapan Asuhan Kebidanan sesuai dengan Kepmenkes RI  No 938 tahun 2007. Dari sanalah saya merasa harus mawas diri bagaimana saya bisa menganalisa Apa yang sudah saya kerjakan bila data saya banyak yang terbengkalai maka banyak hal yang terlewatkan oleh karena itu saya memulai aplikasi sederhana Status ibu hamil kita menulis HPHT secara otomatis taksiran persalinan akan muncul, sekali kita mengisikan skor Puji Rochyati ≥ 6 Status Pasien berubah menjadi merah. Selain itu juga kita tidak direpotkan dengan fotocopy status pasien tinggal print hasil kunjungan informed consent dan tindakan akan muncul saat kita melakukan perintah. alhasil entry-an data ibu hamil kita secara otomatis masuk didalam khohort ibu, Laporan Form 4,5,6 Bidan Delima, Stok Obat, Keuangan serta Kwetansi serta blangko SOAP. Begitu Pula Untuk pelayanan Bayi kita bisa memasukkan data dalam Out putnya dalam khohort Bayi, Laporan Imunisasi By Name By address Form 4.5.6 Bidan Delima. Begitu pula pelayanan Kesehatan reproduksi, kesehatan Ibu bersalin dan nifas serta pelayanan KB.
      Sehingga saya bersyukur dari kegiatan pencatatan dan pelaporan berbasis IT saya bisa meningkatkan kualitas pelayanan kebidanan yang saya berikan karena dapat terukur dan terstandar serta tanpa saya sadari saya dapat diundang oleh kementrian kesehatan untuk memaparkan penerapan Asuhan kebidanan di BPM”LAILA” Nopember 2013 serta juara 2 Lomba bidan praktik mandiri Tingkat Propinsi Jawatimur dalam rangka Harganas ke 21 tahun 2014.
       Demikian sedikit tulisan saya semoga dapat menginspirasi teman-teman dan orang lain bahwa kegiatan pencatatan dan pelaoran dalam praktik ASKEB itu perlu, Wajib dan mudah serta ringan.

Oleh      : Bidan Nur Laila Hayati, Amd. Keb. MPH
Alamat : Dsn. Timurejo Ds. Gitik Kec. Rogojampi Kab. Banyuwangi
E-mail  : laila_bwi@yahoo.com


Contoh Gamabar Screenshot Menu Pilihan Laporan


Untuk Lebih Lengkapnya Silahkan Klik Link Berikut Artikel Bidan Laila
 
Share:

Tuesday, August 12, 2014

Gambaran Bidan Praktik Mandiri Laila




2.1. PERAN DAN FUNGSI BIDAN PRAKTIK MANDIRI “LAILA”

1.  PERAN SEBAGAI PELAKSANA

Sebagai pelaksana ,bidan mempunyai tiga kategori tugas yaitu:

a.  Tugas Mandiri

1)  Menerapkan manajemen pada setiap asuhan kebidanan yang diberikan :

- Mengkaji status kesehatan utuk memenuhi kebutuhan asuhan klien.

- Menentukan diagnosa.

- Menyusun rencana tindakan sesuai dengan masalah yang dihadapi.

- Melaksanakan tindakan sesuai dengan rencana yang telah disusun.

- Mengevaluasi tindakan yang telah diberikan.

- Membuat rencana tindakan lanjut kegiatan/tindakan.

- Membuat catatan dan laporan kegiatan/tindakan.

2) Memberikan pelayanan dasar pada anak remaja dan wanita pranikah dengan melibatkan klien:

-  Mengkaji status kesehatan dan kebutuhan anak remaja dan wanita dalam masa prnikah.

-   Menentukan diagnosa dan kebutuhan pelayanan dasar.

-   Menyusun rencana tindakan/layanan sebagai proritas dasar bersama klien.

-   Melaksanakan tindakan/layanan sesuai dengan rencana.

-   Mengevaluasi hasil tindakan/layanan yang telah diberikan bersama klien.

-   Membuat rencana tindak lanjut tindakan/layanan bersama klien.

-   Membuat catatan dan pelaporan asuhan kebidanan.

3)  Memberikan asuhan kebidanan kepada klien selama kehamilan normal :

-   Mengkaji status kesehatan klien yang dalam keadaan kehamilan

-   Menentukan diagnosa kebidanan dan kebutuhan keadaan hamil

-   Menyusun rencana asuhan kebidanan bersama klien sesuai dengan prioritas masalah

-   Melaksanakan rencana asuhan kebidanan sesuai dengan rencana yang telah disusun

-   Mengevaluasi hasil asuhan yang telah diberikan bersama klien

-   Membuat pencatatan dan laporan asuhan kebidanan yang telah diberikan

4) Memberikan asuhan kebidanan kepada klien dalam masa persalinan dengan melibatkan klien/keluarga :

-    Mengkaji kebutuhan asuhan kebidanan pada klien dalam masa pesalinan

- Menentukan diagnosa dan kebutuhan asuhan kebidanan dalam masa persalinan

-   Menyusun rencana asuhan kebidanan bersama klien sesuai dengan rencana yang telah disusun

-   Mengevaluasi bersama klien asuhan yang telah diberikan

-   Membuat rencana tindakan pada ibu masa persalinan sesuai dengan prioritas

-   Membuat pencatatan asuhan kebidanan

5) Memberikan asuhan kebidanan pada bayi baru lahir :

-    Mengakaji status kesehatan pad byi baru lahir dengan melibatkan keluarga

-    Menentukan diagnosa dan kebutuhan asuhan kebidanan pada bayi baru lahir

-    Menyusun rencana asuhan kebidanan sesuai prioritas

-    Melaksanakan asuhan kebidanan sesuai dengan rencana yang telah dibuat

-    Mengevaluasi asuhan kebidanan yang telah diberikan

-    Membuat rencana tindak lanjut

-    Membuat pencatatan dan pelaporan yang telah diberikan

6)  Memberikan asuhan kebidanan pada klien dalam masa nifas dengan melibatkan klien/keluarga :

-      Mengkaji kebutuhan asuhan kebidanan pada ibu nifas

-      Menentukan diagnosa dan kebutuhan asuhan kebidanan pada masa nifas

-      Menyusun rencana asuhan kebidanan berdasarkan prioritas masalah

-      Melaksanakakn asuhan kebidanan sesuia dengan rencana

-      Mengevaluasi bersamam klien asuhan kebidanan yang telah diberikan

-      Membuat rencana tindak lanjut asuhan kebidanan bersama klien

-      Membuat pencatatan dan pelaporan asuhan yang telah diberikan

7) Memberikan asuhan kebidanan pada wanita usia subur yang membutuhkan pelayanan keluarga berencana :

-    Mengkaji kebutuhan asuhan kebidanan pada masa nifas

-    Menentukan diagnosa dan kebutuhan asuhan kebidanan pada masa nifas

-    Menyusun rencana asuhan kebidanan sesuai prioritas

-    Melaksanakan asuhan kebidanan sesuai prioritas

-    Mengevaluasi bersama klien asuhan kebidanan yang telah diberikan

-    Membuat rencana tindak lanjut asuhan kebidanan bersama klien

-    Membuat pencatatan dan pelaporan

8) Memberikan asuhan kebidanan pada wanita dengan gangguan sistem reproduksi dan wanita dalam masa klimakterium dan menopause :

-    Mengkaji status kesehatan dan kebutuhan asuhan klien

-    Menentukan diagnosa, prognosa, prioritas dan kebutuhan asuhan

-    Menyusun rencana asuhan sesuia prioritas maslah bersma klien

-    Melaksanakan asuhan kebidanan sesuai dengan rencana

-    Mengevaluasi bersama klien hasil asuhan kebidanan yang telah diberikan

-    Membuat pencatatan dan pelaporan asuhan kebidanan

9) Memberikan asuhan kebidanan pada bayi, balita dengan melibatkan keluarga :

-    Mengkaji kebutuhan asuhan kebidanan sesuai dengan tumbuh kembang bayi/balita

-    Menentukan diagnosa dan prioritas masalah

-    Menyususn rencana asuhan sesuai dengann rencana

-    Melaksanakan asuhan sesuai dengan rencana

-    Mengevaluasi hasil asuhan yang telah diberikan

-    Membuat rencana tindak lanjut

-    Membuat catatan dan laboran asuhan

b. Tugas Kolaborasi/Kerjasama

1) Menerapkan manajemen kebidanan pada setiap asuhan kebidanan sesuai fungsí kolaboarasi dengan melibatkan klien dan keluarga.

-    Mengkaji masalah yang berkaiatan dengan komplikasi dan keadaan kegawatan yang memerlukan tindakan kolaborasi

-    Menentukan diagnosa, prognosa dan prioritas kegawatan yang memerlukan tindkaan kolaborasi

-    Merencanakan tindakan sesuai dengan prioritas kegawatan dan hasil kolaborasi serta kerjasama dengan klien

-    Melaksanakan tindakan sesuai dengan rencana dan dengan melibatkan klien

-    Mengevaluasi hasil tindakan yang telah diberikan

-    Menyususn rencana tindak lanjut bersama klien

-    Membuat pencatatan dan pelaporan

2)  Memberikan asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan resiko tinggi dan pertolongan pertama pada kegawatdaruratan yang memerlukan tindakan kolaborasi.

-    Mengkaji kebutuhan asuhan pada kasus resiko tinggi dan keadaan kegawat daruratan yang memerlukan pertolongna pertama dan tindakan kolaborasi

-    Menentukan diagnosa, prognosa dan prioritas sesuai dengan faktor resiko dan keadaan kegawatdaruratan pada kasus resiko tinggi

-    Menyusun rencana asuhan kebidanan pada kasus ibu hamil resiko tinggi dan memberikan pertolongan pertama sesuai dengan prioritas

-    Mengevaluasi hasil asuhan kebidanan dan pertolongan pertama

-    Membuat rencana tindak lanjut bersama klien

-    Membuat catatan dan laporan

3)  Memberikan asuhan kebidanan pada ibu dalam masa persalinan dengan resiko tinggi dan keadaaan kegawatan yang memerlukan pertolongan pertama dengan tindakan kolaborasi dengan melibatkan klien dan keluarga

-    Mengkaji kebutuhan asuhan pada ibu dalam masa nifas dengan resiko tinggi dan keadaan kegawat daruratan yang memerlukan pertolongan pertama dengan tindakan kolaborasi

-    Menentukan diagnosa, prognosa dan prioritas sesuai dengan faktor resiko dan keadaan kegawatan

-    Menyusun rencana asuhan kebidanan pada ibu dalam masa persalinan dengan resiko tinggi dan pertolongan pertama sesuai prioritas

-    Melaksanakan asuhan kebidanan pada ibu dalam masa persalinan dengan resiko tinggi dan memberikan pertolongan pertama sesuai prioritas

-    Mengevaluasi hasil asuhan kebdianan dan pertolongan pertama pada ibu hamil dengan resiko tinggi

-    Menyusun rencana tindak lanjut bersama klien/keluarga

-    Membuat catatan dan laporan

4) Memberikan asuhan kebidanan pada ibu dalam masa nifas dengan resiko tinggi dan pertolongan pertama dalam keadaan kegawatan yang memerlukan tindakan kolaborasi denga melibatkan klien dan keluarga.

-    Mengkaji kebutuhan asuhan pada ibu dalam masa nifas dengan resiko tinggi dan keadaan kegawatdaruratan yang memerlukan pertolongan pertama dengan tindakan kolaborasi

-    Menentukan diagnosa, prognosa dan prioritas sesuai dengan faktor resiko dan keadaan kegawatdaruratan

-    Menyusun rencana asuhan kebidanan pada ibu dalam masa nifas dengan resiko tinggi dan pertolongan pertama sesuai prioritas

-    Menyusun rencana asuhan kebidanan pada ibi masa nifas dengan resiko tinggi dan pertolongan kegawatdaruratan

-    Melaksanakan asuhan kebidanan dengan resiko tinggi dan memberikan pertolongan pertama sesuai prioritas

-    Mengevaluasi hasil asuhan kebidanan dan pertolongan pertama

-    Menyusun rencana tindak lanjut bersama keluarga/klien

-    Membuat catatan dan laporan

5)  Memberikan asuhan kebidanan pada bayi baru lahir dengan resiko tinggi dan yang mengalami komplikasi serta kegawatan yang memerlukan tindakan pertama dengan tindakan kolaborasi dengan melibatkan klien dan keluarga

-    Mengkaji kebutuhan asuhan kebdianan pada bayi baru lahir dengan resiko tinggi dan keadaan kegawat daruratan yang memelurkan tindakan kolaborasi

-    Menentukan diagnosa, prognosa dan prioritas sesuai dengan factor resiko dan -kegawat daruratan

-    Menyusun rencanan asuhan kebidanan pada bayi, baru lahir dengan resiko tinggi dan memerlukan pertolongan pertama sesuai prioritas

-    Melaksanakan asuhan kebidanan pada bayi baru lahir dengan resiko tinggi dan pertolongan pertama sesuai prioritas

-    Mengevaluasi hasil asuhan dan pertolongan pertama telah diberikan

-    Menyusun rencanan tindakan lanjut bersamam klien/keluarga

-    Membuat catatan dan laporan

6) Memberikan asuhan kebidanan pada balita dengan resiko tinggi dan yang mengalami komplikasi serta kegawatdaruratan yang memerlukan tindakan kolaborasi dengan melibatkan keluarga

-    Mengkaji kebutuhan asuhan pada balita dengan resiko tinggi dan keadaan kegawatdaruratan yang memerlukan tindakakn kolaborasi

-    Menentukan diagnosa, prognosa dan prioritas sesuai dengan factor resiko dan keadaan kegawatan

-    Menyusun rencana asuhan kebidanan pada balita dengan resiko tinggi dan memerlukan pertolongan pertama sesuai prioritas

-    Mengevaluasi hasil asuhan dan pertolongan pertama yang telah diberikan

-    Menyusun rencana tindak lanjut bersamam klien/keluarga

-    Membuat catatan dan laporan

c. Tugas Rujukan

1) Menerapkan manajemen kebidanan pada setiap asuhan kebidanan sesuai dengan fungsi keterlibatan klien dan keluarga.

-    Mengkaji kebutuhan asuhan kebdianan yang memerlukan tindakan di luar lingkup kewenangan bidan dan memerlukan rujukan

-    Menentukan diagnosa, prioritas serta sumber-sumber dan fasilitas untuk kebutuhan intervensi lebih lanjut bersama klien/keluarga

-    Mengirim klien untuk keperluan intervensí lebih lanjut kepada petugas/institusi pelayanan kesehatan yang berwenang dengan dokumentasian

-    Membuat pencatatan dan pelaporan serta mendokumentasikan seluruh kejadian dan intervensi

2)  Memberikan asuhan kebidanan melalui konsultasi dan rujukan pada ibu hamil dengan resiko tinggi dan kegawatdaruratan

-    Mengkaji kebutuhan asuhan kebdianan melalui konsultasi dan rujuakn pada ibu hamil

-    Menentukan diagnosa, prognosa dan prioritas

-    Memberikan pertolongan pertama pada kasusu yang memerlukan rujukan

-    Memberikan asuhan kebidanan melalui konsultasi dan rujukan

-    Mengirim klien untuk keperluan intervensi lebih lanjut pada petugas/institusi pelayanan kesehatan yang berwenang

-    Membuat catatan dan laporan serta mendokumentasikan seluruh kejadian dan intervensi

3)  Memberikan asuhan kebidanan melalui konsultasi dan rujukan pada masa persalinan dengan penyulit tertentu dengan melibatkan klien dan keluarga

-    Mengkaji adanya penyulit dan keadaan kegawatan pada ibu dalam persalinan yang memerlukan konsultasi dan rujukan

-    Menentukan diagnosaa, prognosa dan prioritas

-    Memberikan pertolongan pertama pada kasus yang memerlukan rujukan

-    Mengirim klien untuk intervensi lebih lanjut kepda petugas/instansi pelayanan kesehatan yang berwenang

-    Membuat catatan dan laporan serta mendokumentasikan seluruh kejadian dan intervensi yang sudah diberikan

4)  Memberikan asuhan kebidanan melalui konsultasi dan rujukan pada ibu dalam masa nifas ddengan penyulir tertentu dengan kegawatan dengan melibatkan klien dan keluarga

-    Mengkaji adanya penyulit dan keadaan kegawatan pada ibu dalam persalinan yang memerlukan konsultasi dan rujukan

-    Menentukan diagnosa, prognosa dan prioritas masalah

-    Memberikan pertolongan pertama pada kasus yang memerlukan rujukan

-    Mengirim klien untuk keperluan intervensi lebih lanjut pada petugas/institusi pelayanan kesehatan yang berwenang

-    Membuat catatan dan laporan serta serta mendokumentasikan seluruh kejadian dan intervensi yang sudah diberikan

5) Memberikan asuhan kebidanan pada bayi baru lahir dengan kelainan tertentu dan kegawatdaruratan yang memerlukana konsultasi dan rujukan dengan melibatkan keluarga

- Mengkaji adanya penyulit dan keadaan kegawatan pada bayi baru lahir yang memerlukan konsultasi dan rujukan

- Memerlukan diagnosa, prognosa dan prioritas masalah

- Memberikan pertolongan pertama pada kasusu yang memerlukan rujukan dan memberikan asuhan kebidanan pada bayi baru lahir dengan tindakan

- Mengirim klien kepada institusi pelayanan kesehatan yang berwenang

- Membuat catatan dan laporan serta mendokumentasikan

6) Memberikan asuhan kebidanan kepada anak balita dengan kelainan tertentu dan kegawatan yang memerlukan konsultasi dan rujuan dengan melibatkan klien/keluarga

-    Mengkaji adanya penyulit dan keadaan kegawatan pada balita yang memerlukan konsultasi dan rujukan

-    Menerima diagnosa dan prioritas

-    Memberikan pertolongan pertama pada kasus yang memerlukan rujukan

-    Mengirim klien kepada petugas/institusi pelayanan kesehtaan yang berwenang

-    Membuat catatan dan laporan serta mendokumentasikan

2.  PERAN SEBAGAI PENGELOLA

a. Mengembangkan pelayanan dasar kesehatan terutama pelayanan kebidanan untuk individu, keluarga, kelompok khusus dan masyarakat di wilayah kerja dengan melibatkan masyarakat/klien.

-        Bersama tim kesehatan dan pemuka masyarakat mengkaji kebutuhan terutama yang berhubungan dengan kesehatan ibu dan anak untuk meningkatkan dan mengembangkan program pelayanan kesehatan di wilayah kerjanya.

-        Menyusun rencana kerja sesuai dengan hasil pengkajian dengan masyarakat

-        Mengkoordinir, mengawasi dan membimbing kader, dukun atau petugas kesehatan lain dalam melaksanakan program/kegiatan pelayanan kesehatan ibu dan anak serta KB

-        Mengembangkan strategi untuk meningkatkan kesehatan masyarakat khususnya kesehatan ibu dan anak serta KB

-        Menggerakkan, mengembangkan kemampuan masyarakat dan memelihara kesehatannya dengan memanfaatkan potensi-potensi yang ada.

-        Mempertahankan, meningkatkan mutu dan keamanana praktik profesional melalui pendidikan, pelatihan, magang dan kegiatan-kegiatan dalam kelompok profesi

-        Mendokumentasikan seluruh kegiatan yang telah dilaksanakan

b.  Berpartisipasi dalam tim untuk melaksanakan program kesehatan dan sektor lain di wilayah kerjanya melalui peningkatan kemampuan dukun bayi, kader kesehatan dan tenaga kesehatan lain yang berada di bawah bimbingan dalam wilayah kerjanya.

- Bekerjasama dengan puskesmas, institusi lain sebagai anggota tim dalam memberikan asuhan kepada klien dalam bentuk konsultasi rujukan dan tindak lanjut

-  Membina hubungan baik dengan dukun kader kesehatan/PLKB dan masyarakat

-  Memberikan asuhan kepada klien rujukan dari dukun bayi

- Membina kegiatan-kegiatan yang ada di masyarakat yang berkaitan dengan kesehatan

3.      PERAN SEBAGAI PENDIDIK

a.       Memberikan pendidikan dan penyuluhan kesehatan kepada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat tentang penanggulangan masalah kesehatan khususnya yang berhubungan dengan pihak terkait kesehatan ibu, anak dan keluarga berencana

-     Bersama klien mengkaji kebutuhan akan pendidikan dan penyululuhan kesehatan khususnya dalam bidang kesehatan ibu, anak dan KB

-     Bersama klien dan pihak terkait menyususn rencana penyuluhan kesehatan masyarakat sesuai dengan kebutuhan yang telah dikaji, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang.

-     Menyiapkan alat dan bahan pendidikan dan penyuluhan sesuai dengan rencana yang telah disusun

-     Melaksanakan program/rencana pendidikan dan penyuluhan kesehatan masyarakat sesuai dengan rencana jangka pendek dan jangka panjang melibatkan unsur-unsur yang terkait termasuk masyarakat

-     Bersama klien mengevaluasi hasil pendidikan/penyuluhan kesehatan masyarakat dan menggunakannya untuk memperbaiki dan meningkatkan program di masa yang akan datang

-     Mendokumentasikan semua kegiatan dan hasil pendidikan/penyuluhan kesehatan masyarakat secara lengkap dan sistematis

b.  Melatih dan membimbing kader termasuk siswa bidan dan keperawatan serta membina dukun di wilayah atau tempat berkerjanya.

-     Mengkaji kebutuhan latihan dan bimbingan kader, dukun dan siswa

-     Menyusun rencana latihan dan bimbingna sesuai dengan hasil pengkajian

-     Menyiapkan alat, AVA dan bahan untuk keperluan latihan bimbingan peserta latih sesuai dengan rencana yang telah disusun

-     Melaksanakan pelatihan dukun, kader sesuai dengan rencana yang telah disusun dengan melibatkan unsur-unsur terkait

-     Membimbing siswa bidan dan siswa keperawatan dalam lingkup kerjanya

-     Menggunakan hasil evalusi untuk meningkatkan program bimbingna

-     Mendokumentasikan semua kegiatan temasuk hasil evaluasi pelatihan dan bimbingna secara sistematis dan lengkap

4.      PERAN SEBAGAI PENELITI

-Melakukan investigasi atau penelitian dalam bidang kesehatan baik secara mandiri maupun secara kelompok.

- Mengidentifikasi kebutuhan investigasi yang akan dilakukan

-Menyusun rencana kerja pelatihan

-Melaksanakan investigasi sesuai dengan rencana

-Mengolah dan menginterpretasikan data hasil investigasi

-Menyusun laporan hasil investigasi dan tindak lanjut

           Memanfaatkan hasil investigasi untuk meningkatkan dan mengembangkan program kerja atau  pelayanan kesehatan
Share:

Sunday, August 10, 2014

Bidan Delima


Bidan Delima adalah sistem standarisasi kualitas pelayanan bidan praktek swasta, dengan penekanan pada kegiatan monitoring & evaluasi serta kegiatan pembinaan & pelatihan yang rutin dan berkesinambungan.Bidan Delima melambangkan Pelayanan berkualitas dalam Kesehatan Reproduksi dan Keluarga Berencana yang berlandaskan kasih sayang, sopan santun, ramah-tamah, sentuhan yang manusiawi, terjangkau, dengan tindakan kebidanan sesuai standar dan kode etik profesi.


Share:

Ikatan Bidan Indonesia




Bidan adalah tenaga professional yang bertanggung-jawab dan akuntabel, yang bekerja sebagai mitra perempuan untuk memberikan dukungan, asuhan dan nasehat selama masa hamil, masa persalinan dan masa nifas, memfasilitasi persalinan atas tanggung jawab sendiri dan memberikan asuhan kepada bayi baru lahir, dan bayi. Asuhan ini mencakup upaya pencegahan, promosi persalinan normal, deteksi komplikasi pada ibu dan anak, dan akses bantuan medis atau bantuan lain yang sesuai, serta melaksanakan tindakan kegawat-daruratan.


Bidan mempunyai tugas penting dalam konseling dan pendidikan kesehatan, tidak hanya kepada perempuan, tetapi juga kepada keluarga dan masyarakat. Kegiatan ini mencakup pendidikan antenatal dan persiapan menjadi orang tua serta dapat meluas pada kesehatan perempuan, kesehatan seksual atau kesehatan reproduksi dan asuhan anak. Bidan dapat praktik diberbagai tatanan pelayanan: termasuk di rumah, masyarakat, Rumah Sakit, klinik atau unit kesehatan lainnya.
Share:

Blog Archive